Wednesday, April 22, 2015

Negara (dan) Partai

OPINI > ARTIKEL > NEGARA (DAN) PARTAI
"Saudara-saudara mengetahui bahwa saya sekarang bukan anggota sesuatu partai, sekarang saya bukan anggota PKI, bukan anggota Masyumi, bukan anggota Nahdlatul Ulama, bukan anggota Partai Nasional Indonesia. Saya adalah warga negara Republik Indonesia yang bernama Soekarno, yang kebetulan pada saat sekarang ini memegang jabatan presiden pertama Republik Indonesia itu."
(Amanat pada Peringatan Ulang Tahun Ke-30 PNI, Bandung, 3 Juli 1957)

Mantra Membangun Desa

OPINI > ARTIKEL > MANTRA MEMBANGUN DESa
Promosi ”1 desa 1 miliar” pada Pemilu 2014 adalah mantra politik yang diucapkan dalam banyak pertemuan politik saat itu.
Meski materi itu bukanlah gagasan para kandidat, melainkan bersumber dari UU No 6/2014 tentang Desa, daya tarik materi kampanye itu sempat memukau masyarakat yang mengimpikan pembangunan desa dengan paradigma desa membangun menuju kesejahteraan dan keadilan.

Politik Air Kita

BERNHARD LIMBONG

Kita baru saja memperingati Hari Air Sedunia, tepatnya 22 Maret 2015. Air adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945: ”Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.”

Pidato Megawati, Apa yang Salah?


ANALISIS POLITIK J KRISTIADI

Gaung Kongres IV Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Bali bukan terpilihnya secara aklamasi Megawati Soekarnoputri menjadi ketua umum, melainkan pidatonya yang menggelegar, tegas tetapi disertai dengan beberapa kalimat bersayap. Berbagai pernyataannya mencerminkan kegerahan Megawati terhadap praktik politik kekinian dan hubungannya yang kurang harmonis dengan Presiden Joko Widodo, memicu debat publik yang mengarah pada PDI-P seakan menjadi musuh bersama. Pertanyaan mendasar, apa yang salah dari pidato itu?

Tahun Penuh Marabahaya

SUWIDI TONO

Hari-hari ini, enam bulan sudah Joko Widodo-Jusuf Kalla dilantik menjadi Presiden-Wakil Presiden. Belum tampak lompatan visi dan tindakan menggetarkan. Kekisruhan dan kedaruratan situasi hukum-politik-ekonomi mengemuka di tengah kinerja sebagian kabinet dan pembantunya yang gagap dan defensif.
Masih segar dalam ingatan, Jokowi diantar ke gerbang Istana Merdeka, 20 Oktober 2014, dengan kereta kencana. Harapan rakyat membubung tinggi yang mewarnai seluruh prosesi massal pelantikannya, kini diterali kesabaran terpendam. Dengan harap-harap cemas, kita belum mendapat sinyal melegakan sebagai tonggak menatap hari depan.

Narasi Baru Asia Afrika

DARMANSJAH DJUMALA

Selama seminggu, 19-24 April, Jakarta dan Bandung menjadi tuan rumah perhelatan internasional, peringatan Konferensi Asia Afrika.
Tak kurang dari 90 negara dan tujuh organisasi internasional terdaftar hadir. Laiknya perayaan peringatan hari bersejarah, ada sesuatu yang dipandang perlu dirayakan. Tetapi, apa sebenarnya yang hendak dirayakan?

Di Balik Tragedi Kapal Libya

TAJUK RENCANA kompas


Kasus tenggelamnya kapal pembawa imigran gelap Libya di Laut Tengah akhir pekan lalu sungguh tragis. Ratusan orang dilaporkan tewas.
Kecelakaan laut hari Minggu, 19 April, itu digambarkan tragedi paling buruk dalam sejarah pelayaran kapal penyelundupan manusia. Kapal yang tenggelam di lepas pantai Libya dalam perjalanan menuju Eropa itu diperkirakan membawa 700-950 orang.