Kerisauan Ekonomi Melambat
Rusnadi Padjung
KOMPAS Cetak |
Perlambatan ekonomi yang
diindikasikan oleh pertumbuhan hanya 4,7 persen pada kuartal pertama
2015 memunculkan berbagai komentar miring.
Pemerintah,
terutama tim ekonomi kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla, dianggap gagal.
Dengan sigap sejumlah politisi, kalangan DPR, dan bahkan beberapa
pengamat memanfaatkan kejadian ini untuk mengembuskan isu bahkan
mendesak dilakukan perombakan kabinet, terutama kabinet kelompok
ekonomi.
Sayang, beberapa kalangan yang mewakili pemerintah dalam
menanggapi kejadian ini memberikan alasan konvensional, bukan penjelasan
yang bersifat lebih hakiki tentang arah pembangunan kabinet kerja.
Misalnya bahwa ini adalah akibat dari fenomena ekonomi global sehingga
negara-negara lain pun melambat ekonominya, termasuk sejumlah negara
maju.