Bustanul Arifin
kompas Cetak |
Pengumuman terbaru Badan Pusat
Statistik di awal tahun 2016 tentang kenaikan angka kemiskinan dan angka
pengangguran sebenarnya tidak terlalu mengejutkan.
Ketika pembangunan pertanian hanya diterjemahkan menjadi aktivitas
rutin dan administratif, bahkan cenderung berorientasi pada peningkatan
produksi komoditas dan mengejar target politis, seperti swasembada padi,
jagung, dan kedelai (pajale), maka esensi dari strategi pembangunan
nyaris kehilangan makna.
Ketika pembangunan ekonomi—yang pada hakikatnya adalah proses
transformasi yang bersifat struktural dan memberdayakan pelaku
ekonomi—ditafsirkan sebagai sesuatu yang mekanistis, peningkatan
kesejahteraan masyarakat terasa semakin jauh. Dan, ketika desentralisasi
ekonomi dan otonomi daerah belum mampu menerjemahkan strategi besar
pembangunan nasional, hasilnya adalah ketimpangan pendapatan.